Home / Berita Umum / Pemerintah Pusat Menolak Anggaran Proyek Jalur Puncak Dua

Pemerintah Pusat Menolak Anggaran Proyek Jalur Puncak Dua

Pemerintah Pusat Menolak Anggaran Proyek Jalur Puncak Dua – Pemerintah Kabupaten Bogor lekas membuka jalan untuk penyusunan Jalur Puncak Dua pada awal November 2020 lalu.

Pemda Bogor menginginkan, dukungan anggaran dari pemerintah pokok. tetapi rupanya, pemerintah inti enggak mufakat perhitungan untuk awal Jalur Puncak Dua tersebut.

hal ini diungkapkan oleh anggota badan perkiraan (Banggar) DPR Mulyadi. Agen Judi Tembak Ikan Online Terpercaya dirinya membandingkan, pemerintah sentral lebih mufakat memperlebar jalur eksisting Puncak daripada membuka Jalur Puncak Dua.

Mulyadi dikenal personel DPR dapil Kabupaten Bogor. beliau salah satu yang keras menyuarakan biar Jalur Puncak Dua lekas dibuat buat masyarakat Kabupaten Bogor.

Pemerintah menyebutkan, buat masa 2021 menguatkan jalan Puncak eksisting dengan pelebaran. Lalu aku perlawanan lagi mengapa pelebaran? Itu malahan menimbulkan permasalahan gres, karna pelebaran cukup hendak buat tempat parkir nantinya, kemudian memicu terjadinya longsor. tetapi mereka masih selalu bertahan enggak merestui, ujar Mulyadi terhadap merdeka. com, Sabtu (21/11/2020).

Politikus Gerindra ini juga mengungkapkan sejumlah alasan lain mengapa pemerintah inti gak mau membangun Jalur Puncak Dua. Salah satunya, lantaran profitabel wiraswasta properti di jalan tersebut.

situasi inilah yang bikin Mulyadi tidak usai pikir. dikarenakan, keadaan itu sebenarnya bisa diselesaikan dengan teknik duduk bareng.

bila pertimbangan pengusaha properti, apa salahnya wiraswasta diikutkan duduk bareng, omongan bareng dengan pemerintah, jelas Mulyadi lagi.

Di sisi lain, Mulyadi mengusulkan, seandainya benar pemerintah sentral gak akur Jalur Puncak Dua yang direncanakan saat ini, bisa ditukar rutenya.

Ganti jalan lewat pintu cukai Gunung dara masuk ke arah Cibadak. namun ini makan biaya yang sangat besar serta lebih jauh, terang dirinya.

Sementara jalan yang diusulkan sekarang, jelas dia, biayanya amat ekonomis, cuma kurang lebih Rp 1, 3 triliun. Apalagi wiraswasta dan penduduk sudah melepaskan tanahnya untuk dijadikan Jalur Puncak Dua dengan lebar jalan 30 m tersebut.

Pemerintah enggak hingga 10 persen bebaskan lahan, selebihnya donasi, dari wirausaha dan juga umum, tegas Mulyadi.

Sebelumnya, bupati Bogor Ade Yasin membuka Jalur sentral Tengah Timur (Puncak II), Senin 2 November 2020. Bekerja sama dengan Kodim 0621/Kabupaten Bogor, jalur yang bakal dibuka sepanjang 1, 1 kilometer dengan luas 30 m.

Pemkab Bogor sendiri menggelontorkan Rp 5 miliar biar Kodim sanggup mengerjakan jalur mulai tertutup, sehabis pengerjaannya mangkrak setelah 2015. Ade berharap, dengan membuka sejumput jalur ini, terdapat dukungan anggaran dari pemerintah sentral buat menuntaskan jalur ini.

jalur ini tak Cara Daftar Judi Slot Online Bonus New Member cuma buat memecah kemacetan di jalur Raya Puncak, melainkan juga buat mengoptimalkan perekonomian masyarakat yang dilintasi jalur ini. semacam Sukamakmur, Cariu serta Tanjungsari, kata Ade Yasin.

Ade mengatakan, lapang jalan 30 m yang hendak dibuka. tubuh jalan menghabiskan luas 18 m, dengan rincian 10 m untuk green belt dan juga 2 meter drainase. Rencananya, Jalur Puncak Dua hendak tembus sampai Cianjur sepanjang 48, 5 km.

Mudah-mudahan sanggup dilanjutkan oleh pemerintah pokok benar. lantaran apabila memanfaatkan APBD, enggak akan cukup kita sudah estimasi anggaran yang diperlukan buat menciptakan prasarana di sini kira-kira Rp 1, 3 triliun, ujar dirinya.

About webadmin